Tampilkan postingan dengan label kata-kata cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata-kata cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2012

LEBIH DARI SAHABAT


Setahun sudah berjalan bersama
Namun sedikit pun kau tak merasa
Sinyal cinta yang kukirim melalui perhatian
Hanya dibalas dengan senyuman biasa

Tak tau harus bagaimana
Aku Cuma bisa mengulang hal yang sama
Dengan harapan akan tumbuh sebuah rasa
Untuk melangkah lebih dari sahabat..

Bersamamu membuat hidupku nyaman
Bila kau jauh hatiku sengsara
Tiap kali kau berkisah buat hatiku gelisah
Takut hatimu direbut orang

Senyum indah terpancar diwajah
Membuat hatiku dipenuhi mawar
Setiap malam selalu terbayang
Membuat hati berbunga-bunga

Bersamamu ingin kuarungi lautan asmara
Dalam mahligai cinta yang akan berakhir dipelaminan
Tapi rasa tinggallah rasa
Karena kau tak ingin bersama

tak salah jika aku mencinta
tak juga salah bila kau dicinta
cintaku bukanlah cinta biasa
karena yang ku cinta adalah seorang sahabat              

aku sadar cintaku tak terbalas
dari itu kucoba bertahan
meski bukan seperti yang kuharap
kurela kita cukup sebagai sahabat


SYAIR PENANTIAN

 
Dikota Makassar kumenunggu
Datangmu tuk bertemu
Hari-hari penuh pilu
Membayangkan wajah yang tak pernah disentuh

Hari-hari terus berlalu
Meninggalkan aku yang terus saja merindu
Tiap malam aku melamun
Menghayalkan kamu yang duduk dipangku

Hatiku yang dulunya beku
Kini mencair karena cintamu
Puisi cinta yang kau kirim buatku
Menjadi mawar yang terus saja mekar dihatiku

Biar jarak menjadi dinding pemisah
Tapi cinta tak mengenal pasrah
Bahasa cinta kukirim melalui pesan perhatian
Kau balas dengan pesan kesetiaan

Akan datang suatu masa
Untuk bisa bertutur sapa
Meruntuhkan jarak yang menjadi memisah
Dan bersatu dalam genggaman asmara.

Sabtu, 09 Juni 2012

MERENUNG DIPENGHUJUNG WAKTU



Jalan hidup yang penuh liku
Tak terbayang akan berakhir pilu
Hari-hari yang dilalui dengan senyum
Berubah dalam dunia yang begitu berkabut

Saat cahaya hidupku mulai redup
Kau bertingkah seakan tak pernah dipangku
Malam-malam yang kulalui dengan menyusu
Kini tak berarti karena eraku telah berlalu

Saat tangan ini tak sekuat dulu
Kau berjalan tanpa mau dituntun
Tak ingatkah masa kecil dulu
Sering terjatuh oleh jalan yang berbatu

Hari-hari kulalui untuk merenung
Memikirkan hidup yang mulai berujung
Canda tawa yang dulu beradu
Kini lenyap bagai ditelan waktu

Tak dapat memberi hidup
Ku terdiam bagai tak memiliki wujud
Meski hati menjerit menanggung pilu
Atas laku yang tak seperti dulu

Biarlah waktu menari diatas pilu
Mengantar haru menjemput maut
Moga kelak aku dirindu
Untuk air susu yang pernah memberi hidup.


Suara hati langsia yang terabaikan